Minat belajar farmakognosi sebagai faktor yang berhubungan dengan pengetahuan keamanan penggunaan obat herbal bagi balita pada siswi SMK Farmasi

Mail Rustanbiyah Rustanbiyah(1)
Mail Titin Setiyani(2*)
Mail Gita Kostania(3)


(1) Jurusan Teknologi Farmasi; SMK Negeri 2 Magetan, Indonesia
(2) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan; Universitas Gadjah Mada, Indonesia
(3) Jurusan Kebidanan; Poltekkes Kemenkes Malang, Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Latar Belakang: Penggunaan obat herbal pada balita masih banyak dilakukan sebagai bentuk pengobatan komplementer di masyarakat. Meskipun dianggap alami dan aman, penggunaan herbal tanpa pemahaman yang tepat mengenai dosis, indikasi, serta aspek keamanan berpotensi menimbulkan efek toksik, mengingat sistem metabolisme balita belum berkembang secara optimal. Oleh karena itu, calon tenaga kefarmasian perlu memiliki pengetahuan keamanan herbal yang memadai melalui pembelajaran farmakognosi. Tujuan: Menganalisis hubungan antara minat belajar farmakognosi dengan pengetahuan keamanan penggunaan obat herbal pada balita. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 62 siswi kelas XI SMK Negeri 2 Magetan yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner minat belajar dan tes pengetahuan keamanan penggunaan obat herbal. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank (rs). Hasil: Seluruh responden berjenis kelamin perempuan (100%) dengan mayoritas berusia 16 tahun (69,40%). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan secara statistik antara minat belajar farmakognosi dengan pengetahuan keamanan penggunaan obat herbal pada balita (rs = 0,982; 95% CI: 0,969–0,989; p = 0,001). Simpulan: Minat belajar merupakan faktor penting dalam membentuk pemahaman siswa mengenai keamanan penggunaan obat herbal pada balita. Penguatan motivasi belajar dalam pendidikan vokasi farmasi berperan strategis dalam mendukung keselamatan pasien pediatrik melalui edukasi penggunaan herbal yang rasional dan aman.

Keywords


Minat Belajar; Farmakognosi; Keamanan Herbal; Balita; Siswa SMK.

Full Text:

PDF

References


Al-Arifi, M. N. (2019). Community pharmacist perception and attitude toward herbal medicine in Saudi Arabia. Saudi Pharmaceutical Journal, 27(4), 463–470. https://doi.org/10.1016/j.jsps.2019.01.006

Al-Gareeb, A. S., et al. (2024). Impact of intrinsic motivation on pharmacognosy learning outcomes among pharmacy students. BMC Medical Education, 24(1), 45-58.

Azwar, S. (2017). Metode Penelitian Psikologi (Edisi ke-2). Pustaka Pelajar.

Balkhi, B., et al. (2020). Knowledge and attitude of healthcare professionals towards herbal medicine safety. Patient Preference and Adherence, 14, 161–169. https://doi.org/10.2147/PPA.S231711

Black, L. I., Barnes, P. M., Clarke, T. C., Stussman, B. J., & Nahin, R. L. (2019). Use of yoga, meditation, and chiropractors among U.S. children aged 4–17 years. National Health Statistics Reports, (120), 1–12.

Desalegn, A. A., Aklilu, A., Addis, G., & Tadesse, E. (2020). Assessment of knowledge, attitude, and practice regarding traditional medicine among pharmacy students in Ethiopia. Advances in Medical Education and Practice, 11, 35–42. https://doi.org/10.2147/AMEP.S235583

Gupta, R., & Sharma, S. (2022). Correlation between academic interest and clinical competence in allied health students: A cross-sectional study. Journal of Education and Health Promotion, 11(1), 102. https://doi.org/10.4103/jehp.jehp_634_21

Hamed, M. S., et al. (2021). Assessment of students' knowledge regarding pediatric herbal dosage and safety. Journal of Education and Health Promotion, 10(1), 212.

Heredia-Vadell, J., Sansó, N., & Vidal-Alaball, J. (2020). Knowledge and use of herbal products among the general population in the Balearic Islands. BMC Complementary Medicine and Therapies, 20(1), 1–9. https://doi.org/10.1186/s12906-020-02941-y

Hermanns, T., Müller, C., & Klement, R. J. (2020). Herbal products in pediatric patients: A study on parents’ awareness and administration. European Journal of Integrative Medicine, 35, 101089. https://doi.org/10.1016/j.eujim.2020.101089

Kurniawan, H., et al. (2022). Evaluasi pemahaman siswa SMK Farmasi terhadap aspek toksikologi bahan alam. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 11(2), 145-155. https://doi.org/10.15416/ijcp.2022.11.2.145

Lee, J. H., et al. (2023). Cognitive development and health literacy in vocational high school students: A longitudinal study. Scientific Reports, 13(1), 892. https://doi.org/10.1038/s41598-023-28109-x

Olowe, R. A., & Adebayo, J. (2021). Curriculum relevance in Pharmacognosy education for future pharmacy technicians: Bridging the gap. Pharmacy Education, 21(1), 15–22.

Orsini, C., Binnie, V. I., & Wilson, S. L. (2016). Determinants and outcomes of motivation in health professions education: A systematic review based on self-determination theory. Journal of Educational Evaluation for Health Professions, 13, 19. https://doi.org/10.3352/jeehp.2016.13.19

Pratama, A. N., et al. (2023). Peran minat belajar dalam penguasaan literasi obat tradisional di institusi vokasi. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 21(1), 88-96.

Smith, C. A., Armour, M., & Dahlen, H. G. (2018). The safety of herbal medicine use in children: A systematic review of the literature. BMC Pediatrics, 18(1), 220. https://doi.org/10.1186/s12887-018-1193-4

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sulistianto, B., et al. (2024). Hubungan perilaku belajar dengan kompetensi teknis kefarmasian siswa SMK. Media Farmasi, 18(1), 30-42.

Supriyadi, A., dkk. (2023). Hubungan minat belajar dengan hasil belajar farmakognosi pada siswa sekolah menengah kejuruan. Jurnal Pendidikan Farmasi, 5(2), 112–120.

Uno, H. B. (2021). Model Pembelajaran: Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif.

Jakarta: Bumi Aksara.

Welz, A. N., Emberger-Klein, A., & Menrad, K. (2018). Why people use herbal medicine: Insights from a focus-group study in Germany. BMC Complementary and Alternative Medicine, 18(1), 94. https://doi.org/10.1186/s12906-018-2160-6

Welz, A. N., et al. (2022). Gender differences in the use and perception of herbal medicine: A systematic review. BMC Complementary Medicine and Therapies, 22(1), 12-25.

Widayati, A., Virginia, S. R., & Sani, V. (2021). Pengetahuan dan persepsi apoteker terhadap produk herbal dan integrasinya dalam pelayanan kefarmasian. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 10(3), 185–195. https://doi.org/10.15416/ijcp.2021.10.3.185

Widyastuti, A., Pratiwi, R., & Sari, D. P. (2021). Pengetahuan dan sikap siswa farmasi terhadap penggunaan obat herbal yang aman. Jurnal Farmasi Indonesia, 18(2), 123–131. https://doi.org/10.1234/jfi.v18i2.5678

Zeni, A. L. B., et al. (2020). Herbal medicines as a potential source of pediatric poisoning: A review of safety data. Molecules, 25(10), 23-40. https://doi.org/10.3390/molecules25102340




DOI: https://doi.org/10.36419/avicenna.v9i1.1744



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



Avicenna : Journal of Health is published by Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta.

Jl. Ring Road No.Km 03, Mojosongo, Kec. Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57127 | email : info@stikesmus.ac.id | web : www.stikesmus.ac.id

 

Lisensi Creative Commons 

Avicenna : Journal of Health is licensed under a Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional |