HUBUNGAN ANTARA USIA DAN PENDIDIKAN DENGAN PEMILIHAN KONTRASEPSI SUNTIK

Mail Sab’ngatun Sab’ngatun(1*)
Mail Lilik Hanifah(2)
Mail Etik Sulistyorini(3)


(1) , Indonesia
(2) STIKES Mamba’ul ‘Ulum Surakarta, Indonesia
(3) STIKES Mamba’ul ‘Ulum Surakarta, Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Latar Belakang: Kelurga Berencana adalah gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran. Tujuan utama KB adalah meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak. Penggunaan alat kontrasepsi dalam keluarga berencana dapat mengendalikan kelahiran dan pertambahan penduduk, meningkatkan kesejahteraan keluarga, meningkatkan kesehatan keluarga, dan mengatur jarak kelahiran anak.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia dan pendidikan dengan pemilihan kontrasepsi suntik
Metode: Metode penelitian Survey analitik dengan pendekatan Crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh akseptor KB yang ada di RW 4 Wadunggetas Wonosari Klaten pada Bulan Desember 2020 sebanyak 105 responden. Dalam penelitian ini seluruh populasi dijadikan sampel sebanyak 105 orang. Alat pengumpulan data menggunakan master tabel. Metode pengumpulan data menggunakan data sekunder. Analisa data menggunakan distribusi frekuensi, chi square dan regresi binomial.
Hasil: Mayoritas usia ibu ≤35 tahun 71 responden (67,6%),mayoritas pendidikan menengah 62 responden (59%), mayoritas metode pemilihan kontrasepsi suntik 91 responden (86,73%), ada hubungan antara usia ibu dengan pemilihan metode kontrasepsi suntik (0,033), ada hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan pemilihan kontrasepsi suntik (0,000), ada hubungan antara usia dan pendidikan dengan pemilihan metode kontrasepsi suntik (0,000).
Kesimpulan: Ada hubungan antara usia dan pendidikan dengan pemilihan metode kontrasepsi suntik.

References


Affandi, dkk. (2012). Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta : PT. Bina Pustaka Sarwono Pawirohardjo

Budiman, A. (2014). Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap dalam Penelitian. Jakarta : Salemba Medika

BKKBN. 2020. Perka BKKBN/Peraturan Badan Kependudukan dan KB Nasional. JDIH BKKBN : Jakarta

BKKBN. 2017. Laporan SDKI 2017 dan WUS. Jakarta : BKKBN

BPS Jateng. 2019. Jumlah Pasangan Usia Subur PUS dan Peserta KB Aktif Menurut kabupaten Kota di Provinsi Jawa Tengah. Jawa Tengah : Badan Pusat Statistik

BKKBN. (2012). Laporan Hasil Pelayanan Keluarga Berencana. Jakarta : BKKBN

Darmawati. 2011. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Wanita Usia Subur Memilih Kontrasepsi Suntik. Idea Nursing Journal Vol II No 3. ISSN: 2087 –2879153. Banda Aceh : Universitas Syah Kuala

Devi, RA, Sulistyorini, Y. 2019. Gambaran Kepesertaan Keluarga Berencana (KB) di Provinsi Jawa TimurTahun 2018. Media Gizi & Kesehatan Masyarakat. Vol 8 No 2 Desember 2019. Hal 58-66. Surabaya : Universitas Airlangga

Dewi, A. D. C. (2018). Gambaran Efek Samping Kb Suntik Depo Medroksi Progesteron Asetat Pada Akseptor. Jurnal'Aisyiyah Medika, 2(1). Palembang : LPPM STIKES ‘Aisyiyah Palembang

Feronica, YO, dkk. 2014 Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Akseptor Memilih Kb Suntik 3 Bulan Di Bpm Ny.Kuntum Kholidah, SST Di Ds. Diwek Kec. Diwek Kab. Jombang. Jurnal Garuda Ristekdikti. Jombang : STIKES PEMKAB Jombang

Hanifa Wiknjosastro, 2011. Ilmu Kandungan. Jakarta : Yayasan. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo

Kemenkes, 2016. Pedoman Pelayanan KB. Jakarta : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Kemenkes. 2016. Modul Bahan Ajar Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana. Jakarta : Kemenerian Kesehatan Republik Indonesia

Kemenkes RI. 2018. Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan. Jakarta : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Kemenkes. 2020. Profil Kesehatan Indonesia 2019. Jakarta : Kementrian Kesehatan Republik Indonesia

Pradani, NW. Ulandari, Y. 2018. Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dengan Pemilihan Alat Kontrasepsi Suntik di Puskesmas Gunung Samarinda Kota Balikpapan Tahun 2017. Midwifery Journal Vol 3 10.31764/mj.v3i2.502. Mataram : Jurnal Kebidanan UM

Riskesdas, 2018. Hasil Riskesdas 2018. Jakarta : kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Rahayu, T.B, Wijanarko, N. 2017. Efek Samping Akseptor Kb Suntik Depo Medroksi Progesterone Acetat (Dmpa) Setelah 2 Tahun Pemakaian. Jurnal Kesehatan “Samodra Ilmu” Vol. 08 No. 01 Januari 2017. Yogyakarta : STIKES Guna Bangsa

Rizali, dkk. 2013. Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemilihan Metode Kontrasepsi Suntik Di Kelurahan Mattoangin Kecamatan Mariso Kota Makassar. The Indonesian Journal of Public Health Vol 9 No 3. Makasar Sulawesi Selatan : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanudin Makasar

Saiffudin, A.B., dkk. (2012). Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Edisi Ke-3. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawihardjo

Suherman, RM, dkk. 2017. Hubungan Karakteristik Akseptor dengan Pemilihan Metode Kontrasepsi (Studi di Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka)

Bandung Meeting on Global Medicine & Health (BaMGMH), Vol. 1 No. 1 Tahun 2017. Prociding Bandung : UNISBA

Septianingrum Y, Martining, W. E., Kartini, Y. 2018. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingginya Akseptor Kb Suntik 3 Bulan. Prodi S1 Keperawatan, Fakultas Keperawatan dan Kebidanan, Jurnal Ners dan Kebidanan Vol 5 No 1 April 2018. Surabaya : Universitas Nahdhatul Ulama (UNUSA)

Widyastuti, AH, Mahmudah, M. 2012. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Kontrasepsi Suntik Depo Medroksi Progesteron Asetat Di Bps Yacinta Plumbon Tawangmangu. Jurnal Ilmiah Maternal Vol 7 No 7. Karanganyar : STIKES Mitra Husada




DOI: https://doi.org/10.36419/jki.v12i1.446

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2021 Jurnal Kebidanan Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.